Selasa, 12 Januari 2016

Penyakit jantung

Apa itu Kardiologi: Gambaran Umum - DocDoc

Ilmu penyakit jantung atau kardiologi adalah suatu cabang kedokteran yang berhubungan dengan studi dan perawatan kelainan-kelainan di sistem kardiovaskuler, terutama jantung, pembuluh darah, dan pembuluh nadi.
Kardiologi seringkali dipandang sebagai sub-spesialisasi dalam bidang kesehatan organ tubuh bagian dalam. Cabang ini memusatkan perhatian terhadap diagnosa dan perawatan kondisi-kondisi kardiovaskuler mulai dari kelainan yang bersifat bawaan hingga penyakit-penyakit jantung termasuk gagal jantung dan penyakit jantung koroner.
Adapun dokter-dokter jantung merupakan para ahli yang memusatkan perhatian di bidang kardiologi dan bertanggung jawab di dalam tata kelola kesehatan dari beragam penyakit jantung. Mereka menjalankan dan menafsirkan tes-tes diagnostik dan menjalankan tindakan-tindakan yang bersifat intervensi termasuk angioplasty (pembalonan jantung).
Mereka berbeda dengan dokter bedah jantung yang melaksanakan tindakan bedah yang prosedurnya bersifat invasif seperti bedah dada dan bedah jantung.

Apa yang Dirawat Dokter Jantung

Beberapa penyakit yang didiagnosis dan dirawat oleh para dokter jantung antara lain meliputi:
  • Penyakit-penyakit kardiovaskuler termasuk aterosklerosis (penyempitan dan pengerasan pembuluh darah), pembengkakan pembuluh darah, pembekuan darah di pembuluh darah dalam, pembengkakan pembuluh nadi, dan radang pembuluh darah atau vaskulitis.
  • Penyakit-penyakit jantung yang bersifat bawaan.
  • Kelainan-kelainan dari sirkulasi koroner termasuk sindrom penyakit jantung koroner akut (ACS), kejang jantung (ischemia), aterosklerosis (penumpukan plak di pembuluh-pembuluh darah), penyakit jantung koroner, infarksi miokardial dan restenosis (penyempitan pembuluh nadi koroner).
  • Kelainan-kelainan dari katup-katup jantung termasuk katup-katup aorta, mitral, pulmoner (berkenaan dengan paru-paru), dan tricuspid.
  • Kelainan-kelainan miokardium (otot-otot jantung) seperti kardiomiopati (melemahnya otot-otot jantung) dan perpecahan miokardial.
  • Kelainan-kelainan dari perikardium (garis luar dari jantung) termasuk pengeluaran cairan perikadial, dan perikarditis.
  • Kelainan-kelainan yang berkaitan dengan atau berpotensi menuju serangan jantung, termasuk asistole (tidak adanya aktivitas listrik), takikardia ventrikuler yang tidak berdenyut (tidak ada denyut) dan fibrilasi ventrikular.
  • Gagal jantung
  • Tumor jantung
  • Pembesaran ventrikular (kiri dan kanan)

Sub-spesialisasi Kardiologi

Terdapat beberapa sub-spesialisasi di bidang ilmu kardiologi, termasuk:
  • Kardiologi nuklir – ini memusatkan perhatian terhadap pendiagnosaan penyakit-penyakit kardiovaskuler secara layak dengan menggunakan teknik pengambilan gambar infarksi, pengambilan gambar planar, pengambilan gambar perfusi miokardial, dan pelacak radioaktif atau SPECT (single photon emission computed tomography)
  • Kardiologi intervensi – sebuah studi yang melibatkan penggunaan teknik-teknik intravaskuler berbasis kateter di dalam melakukan pengobatan terhadap penyakit jantung koroner, penyakit jantung bawaan, dan kondisi-kondisi valvuler. Ahli-ahli kardiologi intervensi melakukan koreksi-koreksi terhadap penyakit jantung bawaan, valvuloplasti, thrombektomi koroner, dan angioplasti.
  • Ekokardiografi – ini meliputi penggunaan mesin-mesin yang dilengkapi dengan teknologi ultrasonografi untuk menghasilkan foto-foto dari ruang-ruang jantung, katup-katup jantung, dan struktur-struktur di sekitarnya. Ekokardiografi digunakan untuk menemukan infeksi dan kelainan struktural dari katup-katup jantung.
  • Elektrofisiologi Jantung – ini melibatkan studi dari mekanisme aliran-aliran listrik yang terjadi di dalam otot-otot jantung untuk menentukan kesehatan jantung. Tes elektrofisiologi mengukur sinyal-sinyal elektrik di dalam jantung dan mendiagnosa ritme jantung yang tidak normal (aritmia) dan detak jantung yang terakselerasi atau menjadi cepat (takikardia).

Pelatihan Ahli Kardiologi

Guna memperoleh kualifikasi untuk menjalani pendidikan (beasiswa) di bidang kardiologi, seorang dokter harus menyelesaikan tiga tahun pelatihan di bidang kesehatan internal setelah kuliah kedokteran. Artinya, sebanyak 10 tahun pendidikan di bidang kedokteran diwajibkan bagi dokter yang ingin praktek di bidang kardiologi. Selama pendidikan beasiswa berlangsung, seorang ahli kardiologi memperoleh pelatihan yang intensif dan khusus selama tiga tahun di mana dia dilatih mengenai bagaimana caranya mengevaluasi, mendiagnosa, dan mengobati berbagai macam kondisi-kondisi jantung yang akut dan kronis.
Program pelatihan ini meliputi anatomi kardiovaskuler, fisiologi, metabolisme, dan biologi molekul, berikut ilmu farmasi kardiovaskuler yang mencakup di antaranya peresepan obat, metabolisme, tanda-tanda, dan efek yang merugikan.
Ahli-ahli kardiologi juga memperoleh pelatihan yang intensif di bidang patologi, biostatistik, dan epidemiologi kardiovaskuler.
Ahli-ahli kardiologi memperoleh pengetahuan dan kompetensi di dalam melaksanakan sekaligus menjelaskan semua tindakan termasuk pemeriksaan jasmani, kardioversi, kateterisasi jantung, memasang dan mengendalikan alat pacu jantung, dan rehabilitasi kardiovaskuler. Mereka juga memperoleh keterampilan-keterampilan sekaligus mempelajari teknik-teknik untuk mengobati penyakit-penyakit jantung koroner, hipertensi, aritmia, kardiomiopati, perikardial, penyakit-penyakit jantung valvuler dan pulmoner, dan lain sebagainya.
Setelah menyelesaikan pendidikan, doker tersebut kemudian mengikuti ujian kardiologi yang diawasi oleh Dewan Ilmu Penyakit Dalam Amerika atau yang setara di negara asal dokter tersebut.

Kapan Anda perlu menemui Ahli Kardiologi

Seorang ahli kardiologi merupakan dokter spesialis yang tepat untuk ditemui apabila seseorang merasakan kondisi apa pun di jantungnya. Dokter umum akan merujuk Anda kepada seorang ahli kardiologi apabila dia melihat gejala-gejala yang menandakan penyakit jantung, yang biasanya termasuk nyeri di dada, pusing, napas pendek, atau rasa letih yang tidak dapat dijelaskan. Ahli kardiologi tersebut seringkali mewajibkan pasien untuk mengikuti tes-tes khusus untuk melakukan diagnosa sebelum menawarkan pilihan-pilihan perawatan yang tersedia untuk pasien.

Apa yang terjadi ketika Anda bertemu dengan Ahli Kardiologi

Ahli kardiologi pertama-tama akan meninjau sejarah kesehatan Anda dan melaksanakan pemeriksaan jasmani menyeluruh termasuk memeriksa tekanan darah, berat badan, napas, dan detak jantung. Bergantung dari gejala-gejala yang Anda alami, tes-tes tambahan bisa saja dilakukan, termasuk:
  • Tes darah – untuk menguji apakah ada kondisi-kondisi kesehatan atau penyakit-penyakit lainnya
  • Ekokardiogram – untuk menggambarkan struktur dan fungsi jantungnya
  • Uji stres – untuk mengukur kerja jantung dan keterbatasan-keterbatasannya
  • ECG Rawat Jalan – untuk memeriksa ritme jantung yang tidak normal
  • Kateterisasi Jantung – sebuah tes di mana tabung kecil diletakkan di dekat jantung untuk mencatat sinyal listrik.
  • MRI kardiovaskuler – untuk melihat apakah terdapat ketidaknormalan di dalam fungsi-fungsi mekanik dari jantung.
  • Pemantauan holter – sebuah mesin ECG yang bisa dibawa secara terus-menerus mengawasi fungsi jantung untuk periode tertentu.
  • Elektrokardiografi – untuk mengukur kegiatan elektrik jantung.
Hasil dari tes-tes ini kemudian diterjemahkan untuk menghasilkan diagnosa yang akurat dan menyarankan rencana pengobatan apa yang paling tepat untuk meredakan gejala-gejala yang ada. Ahli-ahli kardiologi dapat menyarankan diet yang tepat, rehabilitasi jantung, -teknik intervensi, dan perubahan gaya hidup untuk mencegah terjadinya penurunan kesehatan jantung yang lebih jauh atau semakin memburuknya kondisi vaskuler. Untuk kondisi-kondisi gejala-gejala yang lebih serius, ahli kardiologi dapat menyarankan Anda untuk segera menemui dokter bedah jantung untuk pengobatan yang invasif apabila diperlukan.

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Text Widget

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Text

Blogroll

About

Blogger templates

Weekly post